Puasa Tarwiyah di Bulan Dzulhijjah

Ada banyak macam-macam puasa yang dijalankan oleh ummat islam dari yang bersifat wajib seperti puasa Ramadhan dan sunnah seperti puasa senin kamis,pausa daud,dan puasa tarwiyah.Mungkin diantara kita semua sudah familiar dengan puasa-puasa tersebut,tapi apakah kalian sudah tahu tentang puasa tarwiyah?

Kebanyakan orang awwam masih belum begitu tahu tentang puasa tersebut,atau bahkan mungkin baru tahu sekarang.

Kalau begitu mari kita cari tahu apa itu puasa tarwiyah.

Pengertian Puasa Tarwiyah

Dzulhijjah
Bulan Dzulhijjah

Puasa tarwiyah adalah puasa yang dilakukan pada tanggal 8 bulan dzulhijjah atau sehari sebelum jamaah haji wuquf di Padang Arafah.

Pengertian puasa tarwiyah

Tarwiyah sendiri berasal dari kata روى yang artinya adalah membawa air,karena pada hari itu jamaah haji membawa bekal air untuk wukuf di Arafah dan mabit di Mina.

Selain itu juga mengapa dinamakan tarwiyah,karena Nabi Ibrahim AS,pada malam 8 dzulhijjah bermimpi menyembelih anaknya yaitu Nabi Ismail AS.Kemudian pada pagi harinya Nabi Ibrahim يروى (berbicara)dengan dirinya atau bergumam.Apakah ini mimpi kosong atau wahyu dari Allah SWT.Maka dari itu dinamakanlah hari Tarwiyah.

Ibnu Qudamah menjelaskan dalam kitab Al Mugni tentang kata tarwiyah

سمي بذلك لأنهم كانوا يتروون من الماء فيه، يعدونه ليوم عرفة. وقيل: سمي بذلك؛ لأن إبراهيم – عليه السلام – رأى ليلتئذ في المنام ذبح ابنه، فأصبح يروي في نفسه أهو حلم أم من الله تعالى؟ فسمي يوم التروية

Maka dari itulah mengapa puasa di tanggal 8 dzulhijjah dinamakan puasa Tarwiyah.

Nah…lalu apakah ada anjuran atau dalil tentang melaksanakan puasa pada hari tarwiyah tersebut?

Ini penjelasannya.

Dalil Puasa Tarwiyah

Yang pertama sebagaimana hadis nabi Muhammad SAW tentang puasa tarwiyah yang berbunyi seperti ini
(صوم يوم التروية كفارة سنة وصوم يوم عرفة كفارة سنتين)أبو الشيخ في الثواب وابن النجار عن ابن عباس
“Puasa hari Tarwiyah menghapus dosa satu tahun, dan puasa hari Arafah menghapus dosa dua tahun.” (HR. Abu Syaikh di dalam kitab Atstsawaab dan Ibnu Najaar dari Ibnu Abbas)

Hadis ini berasal dari jalur Ali al-Muhairi dari at-Thibbi, dari Abu Sholeh, dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu, secara marfu’.

Para ulama menegaskan bahwa hadis ini adalah hadis palsu. Ibnul Jauzi mengatakan,

وهذا حديث لا يصح . قَالَ سُلَيْمَان التَّيْمِيّ : الطبي كذاب . وَقَالَ ابْن حِبَّانَ : وضوح الكذب فِيهِ أظهر من أن يحتاج إِلَى وصفه

Hadis ini tidak shahih. Sulaiman at-Taimi mengatakan, ’at-Thibbi seorang pendusta.’ Ibnu Hibban menilai, ’at-Thibbi jelas-jelas pendusta. Sangat jelas sehingga tidak perlu dijelaskan.’ (al-Maudhu’at, 2/198).

Keterangan yang sama juga disampaikan oleh as-Syaukani (wafat 1255 H). Ketika menjelaskan status hadis ini, beliau mengatakan,

رواه ابن عدي عن عائشة مرفوعاً ولا يصح وفي إسناده : الكلبي كذاب

Hadis ini disebutkan oleh Ibn Adi dari A’isyah secara marfu’. Hadis ini tidak shahih, dalam sanadnya terdapat perawi bernama al-Kalbi, seorang pendusta. (al-Fawaid al-Majmu’ah, 1/45).

Keterangan di atas, cukup bagi kita untuk menyimpulkan bahwa hadis di atas adalah hadis yang tidak bisa jadi dalil. Karena itu, tidak ada keutamaan khusus untuk puasa tarwiyah.

Meskipun hadis ini dhoif, imam Ahmad bin Hambal memperbolehkan mengamalkan hadis yang dhoif sekalipun sebatas hadis itu diamalkan dalam kerangka fadla’ilul a’mal (untuk memperoleh keutamaan), dan hadis yang dimaksud tidak berkaitan dengan masalah aqidah dan hukum.

Boleh saja berpuasa di hari tarwiyah

Sesuai hadis nabi Muhammad SAW yang diriwatkan oleh Imam Tirmidzi dalam kitab Sunannya ( juz II halaman 129, hadits nomor 755, dan juz I halaman 131, hadits nomor 758)

ما من أيام العمل الصالح فيها أحب إلى الله من هذه الأيام يعني أيام العشر قالوا: يا رسول الله! ولا الجهاد في سبيل الله؟ قال: ولا الجهاد في سبيل الله إلا رجل خرج بنفسه وماله فلم يرجع من ذلك شيء

Selain dalam kitab hadis juga keterangan seperti itu terdapat pada kitab Fiqh Syafii yaitu Ianatut Thalibin juz dua bab puasa.

Hadis itu menerangkan bahwa “Tidak ada hari-hari yang lebih Allah sukai untuk beribadah selain sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, satu hari berpuasa di dalamnya setara dengan setahun berpuasa, satu malam mendirikan shalat malam setara dengan shalat pada malam Lailatul Qadar.”

Jadi jika berpedoman pada hadis tersebut hari tarwiyah pun termasuk diantara 10 hari awal bulan Dzhulhijjah.

Niat Puasa Tarwiyah

نويت صوم التروية سنة لله تعالى

Nawaitu saumat tarwiyati sunnatan lillahi ta’ala

Artinya: Niat saya puasa sunat tarwiyah karena Allah ta’ala.

Pertanyaan yang berkaitan dengan Puasa Tarwiyah

Apakah puasa tarwiyah bisa digabung dengan puasa Qodo seperti hutan puasa Ramadhan?

Di dalam kitab Ianatut Thalibin,Sayyid Bakri menjelaskan bahwa orang yang berpuasa di hari hari tertentu yang dianjurkan untuk berpuasa maka dia akan mendapatkan keutamaan dari puasa tersebut,walaupun dia niat berpuasa qoda puasa Ramadhan atau puasa nadzar.

وفي الكردي ما نصه في الأسنى ونحوه الخطيب الشربيني والجمال و الرملي الصوم في الأيام المتأكد صومها منصرف إليها بل لو نوى به غيرها حصلت إلخ زاد في الإيعاب ومن ثم أفتى البارزي بأنه لو صام فيه قضاء أو نحوه حصلا نواه معه أو لا

Itu mungkin sedikit penjelasan tentang puasa Tarwiyah.

Semoga bisa memperluas ilmu agama kita,dan bisa bermanfaat khususnya bagi kita umumnya bagi semua umat muslim.

Jika ada kesalahan mohon maaf sebelumnya karena itu semua berasal dari diri penulis sendiri.

Wallahua’alam

Referensi

  • Ianatut Thalibin
  • Al Mughni
  • Al-Maudhu’at
  • Al-Fawaid al-Majmu’ah
  • Sunan Tirmidzi

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *